ANEMIA

October 22, 2010 - 12:41 pm No Comments

Definisi Anemia

Anemia ialah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai standar (normal). Ukuran hemoglobin normal untuk laki-laki sehat mempunyai Hb 14-18 gram sedangkan untuk wanita sehat 12-16 gram. Hemoglobin terdapat dalam sel-sel darah merah dan merupakan pigmen pemberi warna merah sekaligus pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-sel tubuh. Oksigen ini akan digunakan untuk membakar gula dan lemak menjadi energy. Hal ini dapat menjelaskan mengapa kurang darah dapat menyebabkan gejala lemah dan lesu yang tidak biasa. Paru-paru dan jantung juga terpaksa kerja keras untuk mendapatkan oksigen dari darah yang menyebabkan nafas terasa pendek.

Penyakit anemia merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan kepala menjadi pusing karena darah tidak normal.berikut penyebab anemia,gejala anemia,dan diagnosa. Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

Etiologi Anemia

Kebanyakan anemia disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut  bahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Safuddin 2002).  Menurut Mochtar (1998) penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Kurang gizi (malnutrisi)
  2. Kurang zat besi dalam diit
  3. Malabsorpsi
  4. Kehilangan darah banyak seperti  persalinan yang lalu, haid dan lain-lain
  5. Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru, cacing usus, malaria

Patofisiologi Anemia

Patofisiologi anemia terjadi karena sedikitnya jumlah sel darah merah, maka akan lebih sedikit O2 yang dikirimkan ke jaringan. Kehilangan darah yang mendadak seperti pada perdarahan menimbulkan simtomatologi sekunder dan hipoksemia. Mekanisme kompensasi tubuh bekerja melalui peningkatan curah jantung dan pernafasan, karena itu akan menambah  pengiriman O2 ke jaringan-jaringan oleh sel darah. Peningkatan pelepasan O2 oleh hemoglobin mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela-sela jaringan, dan retribusi aliran darah ke organ-organ vital.

Klasifikasi anemia  menurut Mochtar (1998),  adalah sebagai berikut:

  1. Anemia Defisiensi Besi

Adalah anemia yang terjadi  akibat kekurangan zat besi dalam darah.  Pengobatannya yaitu, keperluan zat besi untuk wanita hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.

  1. Terapi Oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero glukonat atau Na-fero bisirat. Pemberian preparat 60 mg/ hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan.  Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin 2002).
  2. Terapi Parenteral baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral, dan adanya gangguan penyerapan, penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua (Wiknjosastro, 2002).  Pemberian preparat parenteral dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 mg) intravena atau 2 x 10 ml/ IM pada gluteus, dapat meningkatkan Hb lebih cepat yaitu 2 gr% (Manuaba, 2001).

Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa.  Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah pada hamil muda.  Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat sachli, dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III.  Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Hb 11 gr%    : Tidak anemia
  2. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan
  3. Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang
  4. Hb < 7 gr%   : Anemia berat

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekatai 800 mg.  Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal.  Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit.  Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi.  Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari.  Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba, 2001).

  1. Anemia Megaloblastik

Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik, jarang sekali karena kekurangan vitamin B12.

Pengobatannya:

  1. Asam folik 15 – 30 mg per hari
  2. Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari
  3. Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari
  4. Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah.
  5. Anemia Hipoplastik

Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah baru.  Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap, pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosi.

  1. Anemia Hemolitik

Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.  Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya.  Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah.  Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil.  Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.

Pencegahan dan Terapi Gizi

Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan. Zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi.

Zat besi bisa diperoleh dari bahan makanan tertentu. Zat besi dari pangan nabati hanya 1-5%. Contohnya, zat besi dari beras dan dan bayam hanya dapat diserap oleh tubuh sekitar 1%, sedangkan dari ikan lebih banyak, yaitu sekitar 11%. Zat besi sendiri merupakan komponen dari hemoglobin (sel darah merah), mioglobin, sitokhrom, enzim katalase dan enzim peroksidase. Kebutuhan tubuh akan zat besi berkisar antara 1 sampai 3,2 mg perhari. Wanita dewasa dan remaja putri lebih rawan terkena anemia, hal ini karena mereka mengalami haid setiap bulan. Sehingga mereka membutuhkan zat besi 2 kali lebih banyak dari pria. Jadi, agar tehindar dari anemia, sertakan lauk dari daging merah, unggas, atau ikan dalam menu Anda. Dan, untuk lebih meningkatkan penyerapan zat besi, perbanyaklah konsumsi vitamin C.

Pertanyaan

Konsultan : Yeni Awadipura

Klien         : Yosepin Margaret

Nama saya yosepin, usia 21 tahun, belakangan ini sering mengalami pusing-pusing dan cepat lelah. Pernah memeriksakan diri ke dokter dan berdasarkan pemeriksaan dokter menderita anemia. Saya juga pernah memeriksakan diri ke laboratorium dan hasilnya nilai Hb saya 9. Apakah anemia saya sudah tergolong parah?kira-kira makanan apa saja yang harus saya konsumsi untuk mengobati penyakit anemia saya?

Jawaban

Terimakasih sebelumnya. Langsung saja, jika dilihat dari gejala-gejala yang anda rasakan memang mengindikasikan anda mengidap anemia. Anemia ialah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai standar (normal).  Ukuran hemoglobin normal untuk laki-laki sehat mempunyai Hb 14-18 gram sedangkan untuk wanita sehat 12-16 gram. Berdasarkan tingkatan anemia menurut Hb, anemia tergolong ke dalam empat tingkatan yaitu Hb 11 gr%  : Tidak anemia, Hb 9-10 gr% : Anemia ringan, Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang, Hb < 7 gr%  : Anemia berat. Jika dilihat dari kategori tersebut maka anda termasuk dalam kategori anemia ringan. Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Zat besi bisa diperoleh dari bahan makanan tertentu. Zat besi dari pangan nabati hanya 1-5%. Contohnya, zat besi dari beras dan dan bayam hanya dapat diserap oleh tubuh sekitar 1%, sedangkan dari ikan lebih banyak, yaitu sekitar 11%. Jadi, agar tehindar dari anemia, sertakan lauk dari daging merah, unggas, atau ikan dalam menu Anda. Dan, untuk lebih meningkatkan penyerapan zat besi, perbanyaklah konsumsi vitamin C.